31 Orang Tewas di Jalan

31 Orang Tewas di Jalan

  Sabtu, 14 November 2015 11:18
LAKA: Salah satu contoh kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapa waktu lalu di Sanggau. SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SANGGAU-Sedikitnya 31 orang tewas di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Sanggau. Jumlah kecelakaan lalu lintas di Sanggau memang masih menjadi momok yang menakutkan. Faktor penyebabnya juga bervariasi antara lain karena human error.Sampai dengan 13 Nopember 2015 tercatat 56 kasus kecelakaan lalu lintas dengan total kerugian  mencapai Rp400 juta. Jumlah ini masih mungkin bertambah sampai dengan akhir tahun 2015. “Semoga sih ndak ada kasus lagi,” kata Ipda Bernardus Seda, KBO Satlantas Polres Sanggau.

Selain korban meninggal dunia, 39 orang lainnya mengalami luka berat dan 14 orang lagi mengalami luka ringan. “Itu jumlahnya dari Januari sampai Nopember kemarin,” ujarnya, Jumat (13/11).Pada September 2015, tercatat menjadi yang terbanyak yakni 10 kasus laka lantas. Terjadinya kecelakaan akibat adanya pelanggaran yang dilakukan secara sengaja atau tidak.

“Contohnya ada kasus kecelakaan karena pengendaranya sibuk main telepon seluler sambil berkendara. Nah, ini kami nilai sebagai kelalaian dari pengendara sendiri yang mengabaikan aturan yang sudah ada,” jelas dia.Selain karena faktor human error, ada juga faktor alam, misalnya cuaca. Ada juga karena faktor kondisi jalan, kendaraan lain, hewan dan juga manusia. Dia menyebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas juga masih jadi pembunuh yang mengakibatkan banyak nyawa melayang.

Jika dilihat dari kategori usia, maka yang paling banyak menjadi korban yakni mereka yang masih dalam usia produktif. Maka, dia memperingatkan agar pengendara selalu berhati-hati dalam berkendara.Kebiasaan masyarakat, lanjut pria yang biasa disapa Seda ini, kebanyakan pengendara hanya mau patuh saat ada polisi. Jika tidak ada polisi, sikap berlalu lintas sering kali diabaikan dan tidak jarang beberapa kasus kecelakaan yang terjadi karena pelanggaran aturan.“Jangan kalau ada polisi, ada rajia, kemudikan sepmotnya pelan-pelan atau pakai kelengkapan. Tapi kalau polisi tidak ada lalu semaunya tanpa memperhatikan keselamatan sendiri dan orang lain. Sikap seperti ini yang harus diperbaiki dalam berlalu lintas,” terangnya. (sgg)

Berita Terkait