300 Rumah Tergenang

300 Rumah Tergenang

  Senin, 16 May 2016 09:56
BANJIR LAGI: Distribusi bantuan untuk korban banjir. Banjir terkini hingga pinggang orang dewasa. Menghajar 5 kecamatan di kabupaten Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Kabupaten Mempawah dikepung banjir. Lebih dari 300 rumah di lima kecamatan di daerah itu tenggelam. Sebagian korban banjir, sudah meninggalkan rumah dan mengungsi. Diperkirakan, ketinggian air masih akan terus bertambah hingga sepekan mendatang.  

Pemerintah Kabupaten Mempawah bergerak cepat dalam merespon musibah banjir yang merendam kawasannya. Petugas Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD) sejak beberapa hari lalu telah melakukan pemantauan di lapangan. 

Para petugas maupun sarana yang dibutuhkan telah disiagakan untuk melakukan proses evakuasi terhadap para korban banjir di lima kecamatan tersebut. Bahkan, bantuan makanan pun sudah disalurkan pada beberapa titik banjir.

“Dari pantauan sementara, sejumlah daerah sudah terendam banjir. Ketinggian air bervariasi sesuai dengan lokasi pemukiman. Ada yang mencapai pinggang dan ada pula lutut orang dewasa didalam rumah,” ungkap Kasubbid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bidang Penanggulangan Bencana BLHPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, Minggu (15/5) sore.

Didik menerangkan, beberapa wilayah yang terendam banjir seperti Dusun Tekam dan Telayar, Desa Sejegi Kecamatan Mempawah Timur, Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir, Desa Peniti Dalam I dan Peniti Dalam II Kecamatan Segedong dan Desa Sepang serta Desa Toho Hilir Kecamatan Toho.

“Di Kecamatan Toho ada 155 rumah yang terendam banjir, Kecamatan Mempawah Hilir lebih dari 40 rumah, Kecamatan Mempawah Timur sekitar 60 rumah dan Kecamatan Segedong lebih dari 30 rumah. Secara keseluruhan diperkirakan lebih dari 300 rumah yang terendam banjir,” paparnya.

Dari jumlah rumah yang terendam banjir tersebut, Didik memperkirakan akan terus bertambah. Sebab, ketinggian air diprediksi masih akan naik hingga sepekan mendatang. Begitu juga wilayah rendaman banjir diyakini akan terus merambah daerah-daerah dataran rendah lainnya di Kabupaten Mempawah.

“Sebagian korban sudah mengamankan diri ditempat-tempat yang lebih tinggi. Ada pula yang tetap bertahan didalam rumah. Kita akan terus memantau perkembangan dilapangan, hingga memudahkan proses penanganan dan penanggulangan terhadap korban,” ujarnya.

Lebih jauh, Didik menyebut sejak sepekan ini pihaknya telah mensiagakan petugas dan peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan banjir. Sebab, banjir itu sendiri sudah diprediksikan akan merendam wilayah Kabupaten Mempawah.  

“Sejak mendapatkan laporan terjadi banjir di daerah Karangan Kabupaten Landak, kami pun sudah bersiap. Karena, banjir dari Karangan pasti akan turun ke wilayah kita. Makanya, kami sudah bersiaga dan memberikan himbauan kepada masyarakat yang berada didaerah rawan banjir,” tuturnya.

Ditanya jumlah korban yang sudah diungsikan, Didik mengaku belum mendapatkan data valid. Sebab, masih banyak korban yang bertahan didalam rumah. Hingga kini, hanya korban di Desa Toho Hilir yang mengungsi di Gedung PNPM setempat.

“Makanya masih kami pantau. Jika memang membutuhkan dapur umum, maka akan segera kita bangun. Namun, untuk bantuan sudah didistribusikan. Hari ini (Minggu), bantuan sudah disalurkan ke Dusun Tekam dan Telayar, kemudian dilanjutkan ke Desa Pasir dan Toho Hilir,” paparnya.

Selain penanganan terhadap korban banjir, timpal Didik, pihaknya pun mempersiapkan peralatan dan fasilitas untuk mendukung aktivitas masyarakat diwilayah banjir. Misalnya mempersiapkan perahu karet di Desa Pasir, Toho Hilir dan Peniti Dalam.

“Besok (hari ini) akan dilaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Nah, ketiga wilayah itu meminta kami menyediakan perahu karet untuk mengangkut siswa. Semuanya sudah kita siapkan, dan petugas akan melayani korban banjir dengan baik,” tegasnya.

Disinggung tindaklanjut penanganan bencana, Didik menuturkan Senin (16/5) pihaknya akan melaksanakan rapat pembahasan bersama SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Rapat tersebut diagendakan dipimpin Bupati Mempawah, H Ria Norsan.

“Kemarin kita sudah rapat dengan tim kecil, besok bersama tim besar di kabupaten. Seperti apa langkah dan upaya penanganan lebih lanjut, akan kita bahas bersama Pak Bupati,” tukasnya mengakhiri.

Ditempat terpisah, Ketua FPKR Mempawah, Sudianto Nursasi, SH menyambut baik langkah cepat pemerintah daerah dalam memantau dan menangani korban banjir diwilayahnya. Terutama memberikan peringatan dan mendistribusikan bantuan yang dibutuhkan korban banjir.

“Langkah penanganan terhadap banjir sudah sangat cepat dan tepat. Segera mungkin penuhi kebutuhan para korban. Terutama menyangkut makanan dan obat-obatan,” sarannya.

Kedepan, dirinya mengingatkan agar pemerintah daerah dapat menemukan solusi yang tepat untuk meminimalisir dalam banjir diwilayah Kabupaten Mempawah. Bila perlu, pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan daerah tetangga Kabupaten Landak yang kerap memberikan banjir kiriman.

“Kalau wilayah Karangan sudah banjir, maka dipastikan akan turun ke Mempawah. Nah, kedua pemerintah daerah harus bersama-sama mencarikan solusi agar dampak banjir bisa diminimalisir,” tukasnya.(wah) 

Berita Terkait