30 Karya Terbaik PFI Pontianak Dipamerkan

30 Karya Terbaik PFI Pontianak Dipamerkan

  Senin, 24 Oktober 2016 09:30
PAMERAN FOTO: Sedikitnya 30 karya Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pontianak, dipamerkan di Car Free Day, Minggu (23/10). Masyarakat antusias mengamati foto-foto karya terbaik tersebut. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK- Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pontianak menggelar pameran foto yang bertema “Dari Barat Kalimantan” di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Minggu (23/10). Setidaknya ada 30 karya foto terbaik yang dipamerkan di sana.  Foto-foto yang ditampilkan pada pameran ini, merupakan karya terbaik pewarta foto yang tergabung dalam PFI Pontianak, diantaranya Leo Prima, Shando Safela, Galih Nofrio, Destriadi Yunas, Anesh Vidka, Yodi Rismana, Yohanes Kurnia Irawan, Jessica Helena Wuysang dan Arief Nugroho.

Adapun foto yang ditampilkan dalam pameran ini, selain foto-foto peristiwa, juga foto tokoh, adat dan budaya, isu lingkungan hidup, juga foto-foto potensi wisata yang ada di Kalimantan Barat.

Salah satu foto yang menarik perhatian pengunjung, diantaranya foto view Bukit Jamur karya Galih Nofrio. Foto itu diambil setahun lalu itu memperlihatkan keindahan pemandangan alam di atas puncak bukit Jamur yang terletak di Kabupaten Bengkayang. Awan serta bukit-bukit disekelilingnya menjadi pendukung keindahan alam di sana.

Foto lain adalah Ritual Nyobeng Masyarakat Adat Dayak Bidayuh di Kabupaten Bengkayang, karya Yohanes Kurnia Irawan. Dalam pameran itu, si fotografer mencoba menyajikan dengan essay (bercerita/story). Sehingga pengunjung bisa menikmatinya secara utuh.

Karya lain yang tak kalah menarik adalah Meriam Kapuas karya Leo Prima. Foto meriam karbit dengan latar jembatan Kapuas itu diambil dengan teknik slow speed. Karya lainnya adalah aktivitas pemadam kebakaran hutan dan lahan, sosok Daud Yordan, sang petinju juara dunia juara dunia karya Jessica Helena Wuysang, atau sosok lain yang disajikan dalan bentuk portrait, seperti yang ditampilkan oleh Shando Safela dan Destriadi Yunas.

Ada juga beberapa foto budaya; permainan gansing karya Anesh Viduka serta foto satwa, seperti penyu karya Arief Nugroho dan Yodi Rismana. Pameran foto dengan tema “Dari Barat Kalimantan” ini juga bertepatan dengan HUT Kota Pontianak ke 245 tahun.

 “Ini adalah cara kami, para pewarta foto sekaligus merayakan HUT Kota Pontianak ke 245 tahun,” ujar Leo Prima, Ketua PFI Pontianak. Menurutnya, setelah pameran di kawasan CFD, foto-foto ini akan dipamerkan lagi di beberapa tempat, seperti ruang public, hotel, bandara dan tempat lain.

"Ini adalah roadshow pameran foto teman-teman pewarta foto. Di CFD ini adalah acara pembukaan roadshow. Rencananya, kita roadshow ke sejumlah hotel, bandara, dan kawasan publik lainnya," katanya.

Selain menarik ratusan pengunjung CFD, pameran ini juga dihadiri oleh fotografer senior, Mujadi alias Timbul. Fotografer kawakan yang hingga kini masih aktif berkarya di Harian Pontianak Post itu secara langsung memberikan saran dan kritik. Menurut Mujadi, dengan adanya teknologi yang canggih, fotografer saat ini benar-benar dimanjakan. Seorang fotografer lebih mudah untuk berkreasi, sehingga hasilnya lebih inovatif.

 “Jadi tidak melulu pemandangan. Sekarang kawan-kawan lebih jeli dalam mencari objek atau sasaran yang lebih menarik dan mereka tidak hanya berada di dalam kota, tetapi menjelma menjadi fotografer professional. Tidak sekedar memotret,” katanya.

“Saya berharap pada rekan-rekan, jangan segan atau malas memotret apapun, yang dimungkinkan untuk diperlukan. Sewaktu-waktu foto itu bisa bermanfaat bagi kita maupun orang lain,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Mujadi juga membagi suka duka menjadi fotografer. Dimana pada saat itu, ia masih menggunakan film, sehingga sangat boros.  “Untuk redaksi saja, untuk nyetak dua bulan bisa untuk beli kamera. Tapi sekarang memotret itu gratis,” pungkasnya. Hadir juga dalam pameran foto tersebut, Suhadi SW, Kabid Humas Polda Kalbar. (arf)

Berita Terkait