29 Kelurahan Meriahkan Festival Saprahan

29 Kelurahan Meriahkan Festival Saprahan

  Selasa, 11 Oktober 2016 10:54
Wali Kota Pontaianak Sutarmidji mengabadikan makanan yang disaji dalam Festival Saprahan se-Kota Pontianak.

Berita Terkait

PONTIANAK-Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak kembali menggelar festival saprahan se-Kota Pontianak dalam rangka hari jadi ke-245 kota ini. Sebanyak 29 peserta dari 29 kelurahan ambil bagian dalam even tahunan yang digelar di PCC, Selasa (11/10) pagi.

Beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Pontianak terlihat hadir, mulai dari Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin dan pejabat SKPD lainnya. Selain itu hadir pula Sultan Pontianak Syarif Abubakar Alkadrie beserta istri dan ratusan masyarakat umum yang hendak menyaksikan agenda tahunan ini.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengungkapkan, festival ini digelar dalam rangka pelestarian tradisi serta lebih memperkenalkannya ke semua kalangan. Pemerintah Kota Pontianak kata dia, sudah melakukan upaya dalam mempertahankan budaya saprahan dengan menggelar lomba saprahan tingkat SMA sedarajat. Untuk tahun depan, pihaknya juga akan menggelar saprahan tingkat SMP. 

"Tidak hanya tingkat kelurahan yang diikuti TP-PKK masing-masing seperti hari ini, tapi untuk pelajar juga ada acara serupa yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu, pelajar sebagai generasi muda harus paham dengan budayanya," katanya.

Ada filosofi pada kegiatan saprahan ini, seperti nilai kebaikan, kebersamaan dan adab di mana acara makan bersama milik pemimpin acaranya. “Seorang kepala saprah tidak boleh berhenti sebelum anggota saprahan berhenti. Itu menunjukkan bahwa pemimpin itu harus mengayomi,” tuturnya.

Dirinya yakin apabila Saprahan dipertahankan dan terus ditumbuhkembangkan, ke depan karakter warga Pontianak akan lebih toleran. Menjunjung tinggi norma-norma yang ada di masyarakat.

Tahun ini merupakan kali ketiga Pemkot Pontianak mengadakan festival saprahan se-Kota Pontianak. Masing-masing peserta akan dinilai oleh juri yang terdiri dari akademisi, budayawan, pengusaha kuliner dan tokoh masyarakat.(bar)

Berita Terkait