252 Penderita, 48 Meninggal

252 Penderita, 48 Meninggal

  Jumat, 4 December 2015 09:11
HIV/AIDS: Wabup Gusti Ramlana ketika menyampaikan sambutannya dihadapan masyarakat peserta sosialisasi HIV/AIDS. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Pemerintah Kabupaten Mempawah bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) membentuk kelompok masyarakat peduli AIDS diDusun Kedaung Desa Sungai Bakau Kecil, Kamis (3/12) di Gedung SMP Negeri 3 Mempawah Timur. Kegiatan yang dihadiri puluhan warga itu dibuka Wakil Bupati, Gusti Ramlana.

Dalam sambutannya, Gusti Ramlana menerangkan, pembentukan kelompok masyarakat peduli Aids juga dirangkaikan dengan sosialisasi berkenaan dengan panyakit mematikan itu. Tujuannya agar masyarakat semakin sadar dan faham terhadap penindakan maupun penanganan dilingkungannya.“Kami datang ke Dusun Kedaung ini, karena ada warga yang terdeteksi berpenyakit Aids. Makanya kami segera turun kelapangan untuk membentuk kelompok masyarakat peduli Aids, agar penyakit ini tidak menular dan berkembang,” tegas Ramlana.

Ramlana mengungkapkan, dari data yang dihimpun pihaknya jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Mempawah mencapai 252 orang. Bahkan, 48 orang diantaranya telah meninggal dunia akibat panyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya itu.“Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Mempawah ini mulai dari ibu hamil hingga anak-anak. Makanya, kami sangat prihatin dan fokus melakuka penanganan serta penanggulangan agar jangan adanya lagi warga yang tertular atau terinveksi,” ujarnya.

Ramlana mengulas, penyebaran penyakit HIV/AIDS disebabkan praktek penyimpangan pola hidup yang tidak wajar. Baik itu dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Salah satunya dengan melakukan hubungan seks bebas dan berganti-ganti pasangan.“Biasanya yang bapak-bapak ini ada yang sembarangan, celop sana celop sini,” kiasnya dengan serius. Lebih jauh, Wabup mengungkapkan rencana pihaknya untuk fokus terhadap beberapa profesi pekerjaan masyarakat yang dinilai potensial menyebarkan HIV/AIDS. Yakni pada orang-orang yang bergerak dibidang jasa.

“Nanti kami akan melakukan sweeping terhadap para supir dan ojek yang ada di masyarakat. Kita akan lakukan tes secara dadakan kepada mereka untuk mendeteksi keberadaan HIV/AIDS,” tukasnya. Sementara itu, Sekretaris Exsekutif KPA Mempawah, Westi Anas menerangkan dalam kegiatan tersebut pihaknya melibatkan element masyarakat mulai dari Rt, Rw, Pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan lainnya. Agar, seluruh element masyarakat ini bisa bersinergi menanggulangi penyakit HIV/AIDS. “Kehadiran kami bukan untuk mengungkap identitas penderita HIV/AIDS

yang ada dilingkungan ini, melainkan untuk menyelamatkan masyarakat lain agar tidak tertular. Makanya kami berikan sosialisasi dan pengetahuan kepada masyarakat agar bisa mengantisipasi dan menanggulangi,” katanya.Sosialisasi dan pembentukan kelompok masyarakat peduli Aids di Dusun Kedaung tersebut dihadiri Perwakilan Camat Mempawah Timur, Ketua VCT RUSD Rubini Mempawah, Cempaka Sari, Puskesmas Mempawah Timur dan lainnya.(wah)

Berita Terkait