2016, Dorong Proyek Lebih Awal

2016, Dorong Proyek Lebih Awal

  Selasa, 8 December 2015 08:53
TIDAK DIBENAHI: Bagian Jalan Pangeran Muda yang tak jauh dari kediaman dinas Bupati Sintang kondisinya memprihatinkan, karena tak dibenahi instansi terkait. Padahal, kendaraan selalu banyak melintas pada ruas tersebut. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Penjabat Bupati Sintang, Alexius Akim meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar mampu melaksanakan proyek supaya  bisa dilaksanakan diawal tahun 2016.Hal tersebut disampaikan Akim saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan Kabupaten Sintang tahun anggaran 2015, dan persiapan pelaksanaan kegiatan pembangunan Kabupaten Sintang tahun anggaran 2016, Senin (7/12), kemarin.

“Harapan saya jika proyek pembangunan bisa dilaksanakan lebih awal, maka masyarakat bisa segera menikmati hasil pembangunan. Perekonomian bisa bergerak, pengawasan dan pemeliharaan bisa lebih baik serta pekerjaan tidak akan menumpuk diakhir tahun 2016,” kata Akim.  

Dia juga meminta setiap SKPD  membentuk tim evaluasi kegiatan pembangunan, sehingga evaluasi bisa dilaksanakan setiap saat dan pembangunan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang sudah disusun.  

Sekretaris Daerah Sintang, Yosepha Hasnah sekaligus ketua tim anggaran Kabupaten Sintang mengingatkan seluruh kepala SKPD agar cepat melaksanakan kegiatan pembangunan tahun 2016. “Kita harus belajar dari kesalahan tahun sebelumnya, dan tahun depan jangan diulangi lagi. Segera data penyebab pelaksanaan pembangunan menjadi lambat, dan segera atasi supaya tahun 2016 bisa dilaksanakan lebih awal dengan kualitas pekerjaan yang baik,” kata Sekda.

Kepala Bappeda Sintang, Florentinus Anum mengatakan, berdasar surat perintah pencairan dana yang sudah ada pada 30 November 2015, realisasi anggaran Pemkab Sintang baru mencapai 63,24 persen dan masih ada sisa 36,76 persen atau Rp294 miliar.

Ada 39 SKPD yang realisasi keuangan sudah diatas 80 persen, 19 SKPD realisasi keuangan baru mencapai 50-80 persen, dan dua SKPD yang realisasi keuangan dibawah 50 persen. “Berdasar catatan kami, SKPD yang baik dalam hal penyerapan anggaran adalah Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBPP dan PA) sudah mencapai 93 persen, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa mencapai 91,88 persen, Dinas Pertambangan dan Energi mencapai 90,80 persen, Badan Pengelola Perbatasan mencapai 89,66 persen,” jelas Anum.

Sementara kecamatan yang penyerapan anggarannya sangat baik adalah Kecamatan Ketungau Hulu dengan realisasi mencapai 98,65 persen, Kecamatan Binjai Hulu mencapai 89,92 persen, dan Kecamatan Dedai mencapai 87,53 persen. Kelurahan dengan realisasi anggaran sangat baik adalah Kelurahan Mekar Jaya mencapai 99,62 persen, Kelurahan Rawa Mambok mencapai 97,23 persen dan Kelurahan Kapuas Kiri Hulu mencapai 97,01 persen.

Sementara realisasi keuangan dan fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baru mencapai 77,82 persen, Dinas Kesehatan baru mencapai 43,18 persen, Disperindagkop dan UKM baru mencapai 30 persen, pembangunan perumahan dan permukiman oleh Dinas PU baru mencapai 11,91 persen. Secara keseluruhan DAK regular dan DAK tambahan sudah mencapai 70,52 persen.  

Anom menambahkan, untuk mempercepat pelaksanaan menyelesaikan proses pengadaan barang/jasa pemkab paling lambat akhir Maret anggaran berjalan, khususnya untuk pengadaan jasa konstruksi yang penyelesaiannya dapat dilakukan dalam waktu 1 tahun. (stm)

 

Berita Terkait