2016, BEI Genjot Investor Pasar Modal di Pontianak

2016, BEI Genjot Investor Pasar Modal di Pontianak

  Kamis, 10 December 2015 09:18

Berita Terkait

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bertekad untuk meningkatkan dan memperluas investor pasar modal di Pontianak. Salah satunya dengan menggelar program; “Yuk Nabung Saham” yang akan launching pada 23-24 Januari tahun 2016.

Program yang juga digelar di wilayah lain di Indonesa ini mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk berinvestasi di pasar modal dengan membeli saham secara rutin dan berkala. Konsep menabung dalam program “Yuk Nabung Saham” mengacu pada paradigma masyarakat Indonesia yang masih berpegang pada budaya menabung.

Kepala BEI Kantor Perwakilan Kalbar, Taufan Febiola menyebut pihaknya bekerjasama dengan Perusahaan Tercatat, Perusahaan Sekuritas, Manajer Investasi, Kantor Perwakilan BEI di berbagai kota, dan Galeri Investasi BEI di beberapa universitas yang tersebar di Indonesia. Makanya, kata Taufan, kampanye yang dibuat dengan bahasa sederhana dan menarik, namun menimbulkan keingintahuan masyarakat.

Kegiatan itu diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk mulai berinvestasi, dari budaya menabung menjadi berinvestasi. “Dengan serangkaian program sosialisasi dan edukasi ini diharapkan masyarakat Indonesia turut menikmati keuntungan dari pertumbuhan pasar modal Indonesia dan tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” tutupnya.

Tahun ini BEI sendiri mencatat adanya peningkatan transaksi dalam perdagangan saham di Pontianak. Taufan mengatakan terjadi pertumbuhan investor sangat positif terbukti selama 2015 (sampai awal November). “Sudah terjaring 891 investor baru dengan transaksi Rp 3,87 trilliun. Tahun ini diharapkan bertambah 1000 investor baru. Walaupun masih belum mencapai target harapan sampai akhir Desember yaitu Rp 5 trilliun,” ujarnya, kemarin.

Peran pasar modal sebagai wahana investasi kata Taufan sesungguhnya dapat menjawab kebutuhan investor, khususnya dalam hal potensi menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan produk investasi lainnya. Apalagi saat ini modal awal investasi di pasar modal sudah semakin dapat dijangkau oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Data Otoritas Jasa Keuangan pada 2013 menunjukkan tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap pasar modal dan tingkat utilitas produk pasar modal masih sangat rendah dan yang terkecil dibandingkan dengan 5 industri jasa keuangan lainnya di Indonesia.
Aktivitas investor di pasar modal pun masih relatif rendah.

Per September 2015, jumlah investor aktif di Indonesia per tahun hanya sebesar 30 persen atau 125.000 single investor identification (SID) dari total jumlah investor pasar modal di Indonesia. Artinya pasar di sektor ini masih sangat besar. (ars)

Sumber Pontianak post Pro Bisnis

 

Berita Terkait