2 Newcastle vs Liverpool 0 , Racikan Klopp Terbaca

2 Newcastle vs Liverpool 0 , Racikan Klopp Terbaca

  Selasa, 8 December 2015 16:43
Foto Reuters

Berita Terkait

NEWCASTLE -- Bangun tembok pertahanan, dan andalkan serangan balik cepat. Itulah cara untuk mematahkan gegenpressing ala Juergen Klopp di Liverpool musim ini. Cara itu sukses dilakukan Newcastle United dalam kemenangan dua gol tanpa balasnya atas Liverpool, di St James Park, dalam laga Premier League Inggris, Senin dini hari kemarin WIB (7/12).

Dua gol The Magpies itu dimulai dari skema serangan balik yang berujung pada Giorginio Wijnaldum. Gini -- sapaannya -- menjadi aktor di balik gol bunuh diri Martin Skrtel pada menit ke-69. Gini pula yang menggandakan keunggulan tuan rumah pada menit ke-90.

Bukan serangan baliknya yang jadi sumbu ledakan anak asuhan Steve McClaren itu. Melainkan permainan bertahan yang diraciknya. Setiap kali mengalami tekanan dari pemain depan Liverpool yang dikomandani Roberto Firmino, enam pemain belakangnya berada di kotak penalti.

Penumpukan enam bek itu sukses mengisolasi serangan Liverpool yang hanya bisa melakukan sekali shots on target dari 10 percobaan. Sisanya? Melenceng dari jala gawang Robert Elliot. Kesulitan itu mengulangi kesalahan yang sama saat menghadapi Swansea City (29/11).

Mantan pemain Liverpool yang juga pundit di BBC Dietmar Hamann menyebut, Klopp salah strategi. Terutama dengan keputusannya memainkan Christian Benteke dan memasukkan Daniel Sturridge pada sejam pertandingan. “Termasuk tanpa (Philippe) Coutinho, tanpa Sturridge tim ini sulit menembus pertahanan Newcastle,” ujarnya.

Untuk menembus tembok kokoh, Liverpool butuh pemain yang punya spesialisasi dribbling bagus seperti Sturridge. Bukan pemain yang mengandalkan duel udara seperti Benteke. Buktinya, Benteke kemarin banyak membuang peluang. “Jika ingin menembus pertahanan yang ketat seperti ini, perlu pemain yang sering menguasai bola,” sebutnya.

Klopp dikutip dari Mirror menyebut banyak kesalahan yang terjadi di balik hasil minor pertama di laga tandang ini. “Kalian tanya apa yang salah? Semuanya salah. Saya katakan, mulai dari awal, pertengahan laga, hingga akhir laga banyak kesalahan dilakukan pemain kami,” ungkap Klopp.

Pola bertahan Newcastle kemungkinan besar diikuti klub-klub lainnya yang ada di depan Liverpool. West Bromwich Albion yang jadi rival The Reds pekan depan (13/12) pun punya karakter sama, rapat pertahanannya jika melawan klub papan atas seperti Liverpool.

Dengan comeback-nya Coutinho dan mempercayakan posisi kesembilan untuk Sturridge, Liverpool punya modal untuk belajar membongkar tembok pertahanan lagi. Akan tetapi, untuk peluang itu, der Trainer yang membesut Borussia Dortmund musim lalu itu enggan berandai-andai. “Ini pertandingan terburuk kami. Saya tidak ingin performa seperti ini diulangi lagi. Kami harus lebih baik lagi,” tegasnya.

McClaren mengklaim, sprint pemainnya ikut mendukung kekuatan defense-nya itu. Dalam laga kemarin, distance coverage Fabricio Coloccini dkk mencapai 117 kilometer. Angka itu lebih bagus ketimbang Liverpool yang hanya 116,5 kilometer. Ini pertama kalinya Liverpool kalah distance coverage dari tim lawan.

“Kami sudah mencobanya dalam dua atau tiga pertandingan terakhir. Akan tetapi baru kali ini kami mampu melakukannya dengan sempurna,” tandasnya. Newcastle kini merangkak ke peringkat 18. Hanya terpaut satu angka dari tetangganya Sunderland (12) dan tujuh angka dari Aston Villa di posisi buncit. (ren/ko)

Berita Terkait