190 JCH Ikuti Manasik Haji

190 JCH Ikuti Manasik Haji

  Rabu, 27 July 2016 09:30
MANASIK HAJI: Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Drs HM Mansur MSi sedang menyampaikan materi pada pembukaan Manasik Haji 2016/1437 H, Senin (25/7), di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang bersama Kementerian Agama (Kemenag) setempat menggelar manasik haji, Senin (25/7) di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memberikan pengetahuan tentang kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat maupun Pemkab tentang penyelenggaraan ibadah haji,

 

Manasik haji yang berlangsung sekitar empat hari tersebut, dibuka Bupati Ketapang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Drs HM Mansyur MSi.
Sekda mengungkapkan bahwa pembekalan atau manasik haji bagi jemaah calon haji (JCH) musim haji 2016/1437 H ini sangat penting untuk dilaksanakan. Tujuannya, diharapkan dia, agar para JCH mendapatkan pengetahuan tentang penyelenggaraan haji, terutama pemahaman  kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. "Dengarkan baik-baik kebijakan yang disampaikan narasumber, baik dari Kemenag maunpun dari Pemkab Ketapang. Yang kurang paham atau kurang dimengerti silakan bertanya, sehingga pengetahuan yang didapat dari manasik haji ini tak ada masalah dalam berhaji nanti. Dan hajinya berjalan baik dan benar," pesan Sekda.

 

Menurut Mansur, sebagai hamba Allah, para peserta manasik tersebut harus bersyukur, sebab apa yang dimiliki semata-mata karena Allah SWT. Selaku Pemkab, dia mengungkapkan bagaimana mereka merasa bersyukur, berbangga, serta berbesar hati. Sebab, diakui dia jika JCH asal  Kabupaten Ketapang sangat antusias untuk berhaji. Oleh karenanya, dia menegaskan bagaimana Pemkab dan Kemenag sangat peduli dalam menjalankan rukun Islam yang kelima ini. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang ini menggambarkan tentang semangat ikhlas karena Allah SWT, merupakan modal utama menuju haji mabrur. “Tamu Allah tentunya wajib menjalankan yang rukun, termasuk  juga yang sunah. Karena itu, faktor kesiapan fisik dan rohani sangat menentukan sekali kemambruran hajinya,” ungkap Sekda. 

Sementara itu, Ketua Panitia Manasik Haji, Hj Utin Syamsiah BA SH, menjelaskan bagwa manasik yang digelar tersebut juga untuk lebih memantapkan persiapan, sebelum pemberangkatan dan pemulangan JCH. Demekian juga, dijelaskan dia, termasuk pemondokan ketika berada di Tanah Suci. Manasik haji ini, diharapkan dia, sekaligus ajang silaturahmi antara Pemkab dan Kemenang dengan CJH.

Di sisi lain, dia mengungkapkan bahwa peserta manasik tersebut berjumlah 190 orang, termasuk di dalamnya petugas haji daerah dan dokter kesehatan. Dijelaskan dia juga bahwa pembekalan atau manasik haji ini akan berlangsung selama empat, 25 – 28 Juli. Untuk narasumber, menurut dia, beasal dari Pemkab Ketapang, Kemenag, Kepolisian Resor (Polres) setempat, dan Dinas Kesehatan, hingga pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Kabupaten Ketapang. Materi yang disampaikan, dipaparkan dia, berupa kebijakan Pemkab Ketapang dan Kemenag tentang berhaji, masalah khilafiyah dalam berhaji, tata cara tawaf, sa'i, dan tahalul serta praktiknya. "Termasuk juga dilatihkan tata cara ziarah dan berakhlakul karimah," papar Syamsiah.

Sementara itu, pihak Kantor Kemenag RI Kabupaten Ketapang berharap agar manasik haji ini dapat memberikan gambaran kepada jemaah,
dalam menjalankan ibadah haji di Tanah Suci nantinya. (ser)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait