18 Pemuda Australia Sambut Tahun Baru di Lumbung

18 Pemuda Australia Sambut Tahun Baru di Lumbung

  Selasa, 15 December 2015 07:30
BEPAPAS: Para peserta pertukaran pemuda Indonesia-Australia saat menjalani bergaram prosesi budaya Sambas, seperti bepapas di taruf, kemarin, yang dipusatkan di Desa Lumbang, Kecamatan Sambas. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Masyarakat Kabupaten Sambas menyambut antusias program pertukaran pemuda Indonesia-Australia Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di Kalbar, yang dipusatkan di Desa Lumbang, Kecamatan Sambas, Senin (14/12) kemarin. Dengan program ini diharapkan dapat mempromosikan budaya Indonesia, khususnya Sambas di mata internasional.

Kegiatan diawali dengan penyambutan hangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas di Aula Kantor Bupati Sambas. Para peserta pertukaran pemuda Indonesia-Australia yang terdiri dari 18 pemuda Indonesia dan 18 pemuda Australia datang diiringi alunan tahar dan tanjidor. Mereka kemudian didampingi kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sambas, Asmani. Para pemuda ini dikawal patwal Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Kabupaten Sambas, dengan menggunakan bus pariwisata dibawa ke Desa Lumbang. Sepanjang jalan desa, anak-anak menyambut dengan ceria, sembari memegang bendera Merah Putih berukuran kecil di tangan mereka. Begitu turun dari bus, para bule ini langsung disambut gegap gempita. Maklum, baru kali ini ada orang luar negeri datang ke desa ini.

Para pemuda Indonesia dan Australia ini langsung disalami warga serta disambut meriah. Mulai tarian tradisional etnis hingga di penaburan beras kuning kepada tamu, membuat suasana menjadi akrab.

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda Disporabudpar Kabupaten Sambas, Nizamuddin, menjelaskan jika peserta pertukaran pemuda Indonesia-Australia tersebut akan berada di Sambas hingga 10 Januari 2016 mendatang. Dia menambahkan bahwa berbagai kegiatan akan dilakoni para pemuda ini. Mereka, menurut dia, akan belajar menenun di Semberang, Kecamatan Sambas, serta mengikuti berbagai kegiatan sosial dan budaya lainnya. Untuk domisili sementara, dipastikan dia jika para pemuda ini akan berbaur dengan masyarakat, dengan pola bapak angkat. “Ada 18 orang warga dipilih menjadi bapak angkat untuk dua pemuda, satu dari Indonesia dan satu dari Australia. Untuk domisili disebar di rumah bapak angkat, baik di Dusun Lumbang Penyengat dan Lumbang Karamat,” katanya.

Dijadikannya Kabupaten Sambas sebagai tuan rumah, menurut dia, selain dikarenakan Bumi Terigas ini merupakan kawasan perbatasan, juga ingin lebih mengenal kebudayaan Sambas. “Keramahan orangnya, pesona budayanya, sudah dikenal salah satunya melalui kain tenun Sambas yang sudah didaftarkan di UNESCO,” katanya.

Selain itu, kata dia, tujuan pertukaran pemuda ini akan lebih mengenalkan dan mempromosikan budaya Sambas di mata internasional, meningkatkan pergaulan antar negara, hingga memolerkan budaya Sambas itu sendiri. “Selama sebulan nanti kegiatan mereka banyak ke hal-hal budaya, sosial, seperti pemberdayaan masyarakat, salah satunya membuat jaringan air bersih bagi warga,” katanya.

Camat Sambas Alibus yang saat penyambutan tersebut mengenakan teluk belanga khas Melayu Sambas, juga mengungkapkan rasa antusiasmenya. “Ini merupakan hal positif bagi masyarakat Sambas. Dengan demikian akan terjalin hubungan kemasyarakatan antarbangsa,” katanya.

Ia berharap kepada masyarakat Sambas, khususnya warga Lumbang, untuk melayani tamu negara ini dengan sebaik-baiknya. Hal sama juga diungkapkan Kepala Desa (Kades) Lumbang Mahmud Junaidi. Dia mengungkapkan bagaimana dia begitu merasa gembira atas kedatangan tamu pemuda, khususnya dari Australia tersebut. “Ini sejarah bagi Desa Lumbang, khususnya karena kedatangan tamu dari luar negeri dan ini baru pertama kalinya. Saya berpesan, layanilah para pemuda ini dengan baik. Bagi warga yang ditunjuk (menjadi) orang tua angkat, maka berikanlah pelayanan seperti anak kandung sendiri. Karena kita tuan rumah sudah selayaknya memuliakan tamu,” pesannya.

Kegembiraan juga terpancar dari beberapa ibu-ibu di desa tersebut. Darhani (42), salah seorang ibu yang ikut dalam penyambutan pemuda pemudi ini turut mengungkapkan kegembiraannya.

“Sangat gembira. Bisa melihat orang luar negeri langsung. Biasanyakan hanya lewat televisi. Kami bisa langsung bersalaman dan bertegur sapa,” katanya. Saking gembiranya, Darhani berani membandingkan jika sambutan pemuda-pemudi ini lebih meriah daripada pesta perkawinan.   

Sambutan luar biasa ini memang sengaja ditunjukkan dengan cara adat istiadat Sambas. Mulai ditaburi beras kuning, disambut tarian budaya, hingga atraksi pencak silat. Para pemuda-pemudi ini pun diajak ke taruf (tempat berkumpul khas acara keramaian di Sambas) dan tak lupa para pemuda pemudi ini ikut proses berpapas (prosesi adat khas Sambas menyambut tamu atau kelahiran anak maupun buang bahay), bahkan mereka dikenalkan makan besaprah (cara makan khas dalam budaya Sambas)

 Pemandu atau LO pemuda-pemudi ini, Dessy Feriyanti, mengatakan, jumlah pemuda-pemudi yang ada tersebut sebanyak 36 orang. Pihaknya berterima kasih atas sambutan luar biasa dari masyarakat Sambas. Nantinya, dia menambahkan, kegiatan pertukaran pemuda pemudi ini akan diisi berbagai kegiatan, seperti pemberdayaan masyarakat, membuat english club, pembelajaran dan penyampaian motivasi, kunjungan kelas, hingga beragam kegiatan positif lainnya. (har)

 

Berita Terkait