14 Rumah Nelayan Ditabrak Kapal Tongkang

14 Rumah Nelayan Ditabrak Kapal Tongkang

  Sabtu, 17 September 2016 09:30
RUSAK : Kondisi rumah nelayan Kurisa, Kabupaten Morowali rusak akibat ditabrak kapal tongkang, Kamis malam lalu (15/9).

MOROWALI - Kapal tongkang MBS 322 Samarinda terseret arus hingga menabrak permukiman nelayan di Dusun V Kurisa, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Kamis (15/9) malam. Akibatnya 14 rumah dan tempat penampungan ikan hidup hancur.

 
Namun berdasarkan keterangan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Bahodopi, kejadian tersebut berlangsung sekira pukul 19.30 Wita. "Ada 14 bangunan rumah dan kos di Dusun Kurisa dihantam tongkang. Saat ini kami masih melakukan identifikasi kerugian akibat musibah ini," kata Arsan via telepon, Jumat malam (16/9).

Menurut penuturan warga setempat,  kejadian berawal saat cuaca sekitaran Kurisa memburuk pukul 19.15. Kala itu, hujan bertambah deras disertai angin kencang.

Situasi itu diduga menjadi penyebab putusnya tali jangkar MBS 322 Samarinda yang berlabuh di perairan dusun berpenghuni 44 kepala keluarga ini. "Mungkin saja, saat itu ada gelombang besar sehingga tali jangkar tidak kuat menahan bobot tongkang" ujar Arsan.

Setelah cuaca buruk mereda, tongkang pengangkut material tambang PT BDM keluar wilayah Morowali tersebut akhirnya ditarik keluar dari lokasi kejadian sekira pukul 21.45.  Dari belasan rumah rusak, 8 di antaranya masuk ke laut. Pemiliknya antara lain Halija, Awal, Rusni, Bonto, Nanang dan Nur. Bangunan itu, katanya, memang dibangun di atas permukaan air. Sementara rumah lainnya rusak di bagian dapur.

"Rusaknya sangat parah. Karena memang posisi rumah itu berdiri di tepian laut. Syukur lah, tidak ada korban jiwa dari kejadian ini," tandasnya.

Sampai dengan Jumat sore, pemerintah desa dan kecamatan setempat sudah memberikan bantuan sembako. Bantuan sembako juga diberikan langsung Ketua DPRD Morowali Ambo Dalle secara simbolis kepada perwakilan korban musibah ini.

"Tadi ada Ketua DPRD Morowali bersama kami menyerahkan bantuan berupa sembako," tutup Arsan.  (ham)