14 Ruko Ludes Dilalap Api

14 Ruko Ludes Dilalap Api

  Selasa, 11 Oktober 2016 08:23

Berita Terkait

MEMPAWAH- Kebakaran hebat terjadi di Jalan Raya Jurusan Pontianak-Mempawah, Sungai Pinyuh, Senin (10/10) sekitar pukul 15. 30 WIB. Sebanyak 14 rumah toko (ruko) ludes dilalap api. Sedikitnya belasan unit mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk menjinakan amukan si jago merah.

Belum diketahui secara pasti dari mana sumber api pertama kali muncul dalam kebakaran tersebut. Sebab, beberapa saksi mata ada yang mengatakan sumber api dari bangunan Coffe Chat dan ada pula yang mengatakan dari Café Anggraini.

“Dari penglihatan saya, api muncul dari café anggraini yang berada di sebelah coffe chat. Memang ketika api sudah membumbung tinggi terlihat dari coffe chat. Tapi mulanya dari bangunan yang disebelahnya,” ujar Jhon, seorang saksi mata.

Salah seorang saksi mata lainnya, Nur menduga kobaran api pertama kali muncul dari bangunan ruko Coffe Chat. Bangunan yang sedang dalam tahap renovasi itu, sedang tak berpenghuni. Entah dari mana sumber api muncul hingga membakar bangunan Coffe Chat. Dalam waktu sekejap, api semakin membumbung dan menjalar ke bangunan ruko lainnya.

Nur, pegawai Café Borneo yang hanya berselang tiga ruko dari titik api itu mengaku ketika kebakaran terjadi, dirinya sedang tertidur pulas. Dia pun lantas dibangunkan oleh rekan karyawan lainnya agar bergegas keluar dari bangunan untuk menyelamatkan diri. Tak ayal, Nur dan teman-temannya pun pontang-panting meninggalkan bangunan café tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

“Awalnya saya fikir teman hanya bergurau untuk membangunkan saya dari tidur. Namun, setelah saya keluar dari café ternyata benar kobakaran api sudah semakin membesar. Kami semua langsung pergi menyelamatkan diri ke tempat yang aman,” kenangnya.

Sementara itu, api semakin beringas melalap bangunan yang dilewatinya. Faktor angin membuat kobaran api lebih cepat merembet ke bangunan lainnya di deretan ruko yang mayoritas dijadikan tempat usaha café dan warung kopi tersebut.

Tak berapa lama kemudian, unit pemadam kebakaran sungai pinyuh pun tiba dilokasi. Petugas langsung berupaya memadamkan api agar tidak menjalar ke bangunan ruko lainnya. Termasuk bangunan Masjid Sabilul Muttaqin yang berada di ujung deretan ruko. Kemudian, belasan unit pemadam kebakaran lainnya berdatangan ikut membantu memadamkan api. Baik itu dari Pontianak, Sungai Purun, Jungkat, Mempawah dan daerah sekitar lainnya.

Upaya pemadam kebakaran sempat terhalang kemacetan lalu lintas yang mencapai belasan kilometer dari dua arah berlawanan baik jalur Mempawah maupun Pontianak. Mobil pemadam kesulitan menembus kemacetan lalu lintas kendaraan di sekitar TKP kebakaran. Sebab, banyak masyarakat dan pengendara yang menonton aksi kebakaran tersebut.

Selain faktor kemacetan, sumber air pun menjadi kendala. Beruntung, salah satu warga yang berada di seberang lokasi kebakaran merelakan air pegunungan dari dua fiber berisikan 4000 liter miliknya untuk memadamkan api. Sebab, salah satu prioritas petugas pemadam yakni mengamankan bangunan masjid agar tidak menjadi korban amukan si jago merah. Berkat kesigapan dan ketangkasan petugas pula hingga bangunan masjid pun berhasil diamankan. Hanya bagian ujung atap saja yang tampak menghitam terkena jilatan api.

Setelah lebih dari satu jam berjbaku petugas berhasil menjinakan si jago merah. Api mulai redup dan bisa dikendalikan oleh petugas. Dalam amukan si jago merah tersebut sebanyak 14 bangunan ruko ludes.

“Saya sangat bangga dan terharu dengan kerjasama dan kekompakan masyarakat. Seluruh masyarakat dari berbagai agama dan etnis bersatu untuk memadamkan api. Terutama prioritas kami menjaga bangunan masjid agar tidak terbakar. Dan kami pun berhasil mengamankan masjid dari kebakaran. Semua ini berkat keharmonisan masyarakat di Sungai Pinyuh,” ucap petugas BPA-SP, Hermawan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran tampak masih berjibaku memadamkan sisa-sisa api yang melalap 14 ruko tersebut. Sementara itu, Polisi Lalu Lintas pun tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang menimbulkan kemacetan hingga belasan kilometer. Terlihat pula empat siswa Sekolah Kepolisian Negara (SPN) yang sedang berada di Sungai Pinyuh ikut membantu mengatur lalu lintas.

“Saat kebakaran, kami sedang berada di kantor Camat. Lalu Kapolsek menelpon salah satu senior kami untuk mengatur lalu lintas yang macet akibat kebakaran. Makanya kami pun ikut turun. Apalagi, Sungai Pinyuh ini daerah asal kami makanya merasa ikut bertanggungjawab dalam musibah kebakaran ini,” tutur ujar Ridwan Susanto, salah satu siswa SPN.

Belum diketahui penyebab kebakaran. Namun, kerugian yang dialami korban dalam musibah ini ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sebab, kebakaran tidak hanya merusak 14 bangunan ruko melainkan juga sebuah mobil grand max yang berada di dalam salah satu ruko  tak dapat diselamatkan lagi.(wah)

 

 

 

 

Berita Terkait