12 Warga Terima Bantuan

12 Warga Terima Bantuan

  Selasa, 17 May 2016 11:03
BANTUAN SEMBAKO: Salah satu warga ketika menerima bantuan sembako untuk usaha dagangnya, kemarin (16/5) di halaman kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Kayong Utara. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Sebanyak 12 warga menerima bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Kalbar yang disalurkan melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kayong Utara. Para penerima bantuan tersebut adalah mereka yang memiliki usaha sembako di kabupaten ini. Bantuan diserahkan, Senin, (16/5) di halaman kantor Dinsosnakertrans.

Bantuan tersebut langsung dibagikan kepada warga yang berhak mendapatkannya. Para penerima bantuan itu sendiri sebelumnya sudah dilakukan pendataan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara.

Kepala Seksi Pemberdayaan, Penanggulangan Bencana, dan Bantuan Sosial Dinsosnakertrans, Lutfiansyah, menuturkan bahwa bantuan ini dimaksudkan untuk melakukan pemberdayaan kepada pelaku usaha mikro masyarakat pesisir, terutama mereka yang memerlukan bantuan untuk mengembangkan usahanya. “Bantuan ini ditujukan kepada warga yang memiliki usaha sembako. Dan ini merupakan bantuan bukan dari Dinas (Dinsosinakertrans) Kabupaten, tapi bantuan dari (Dinsos) Provinsi, dan kami hanya membantu Dinas Sosial Provinsi dalam penyaluran  secara simbolis sudah dilakukan hari Jumat (13/5) lalu. Karena hujan, akhirnya untuk penyerahan yang lain dilakukan  pada hari ini (kemarin, Red),” terangnya.

Lutfiansyah  menjelaskan jika pihaknya semula telah mengajukan sebanyak 20 orang sebagai penerima bantuan. Namun, dia menambahkan, lantaran terjadi pengurangan APBD Provinsi, sehingga  yang menerima bantuan hanya 12 orang pelaku usaha sembako. Para penerima bantuan ini, menurut dia, menerima total dana Rp3 juta setiap satu paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat. “Yang dibangikan kepada masyarat ada beras, gula, mi instan, susu, minyak goreng, dan kopi. Bantuan ini untuk dijual kembali oleh warga yang memiliki usaha sembako,” katanya.

Usaha sembako ini, sambung Lutfi, baru tahun ini disalurkan melalui Pemda Kayong Utara. Untuk tahun sebelumnya, menurut dia, bantuan  dari Dinsos tersebut dalam bentuk usaha kelompok bersama. “Harapan kita sih, dari 20 orang yang kita ajukan bisa tepenuhi. Yang jelasnya akan menjadi permasalahan, kenapa yang diajukan 20 hanya 12 orang yang dapat? Tetapi oleh karena sudah  disampaikan kepada kita ada pengurangan APBD Provinsi, ya ini bukan kewenangan kita, dan kita hanya membantu menyalurkan bantuan dari Provinsi, itu saja,” terangnya.

Salah satu warga yang mendapatkan bantuan, Sapri, merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan kepadanya. Terlebih, bantuan tersebut menunjang usaha yang sudah lama ia geluti. Diakui dia, baru kali ini apa yang dilakukannya selama ini mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Terima kasih banyak saya ucapakan kepada pemerintah, bantuan ini sudah lama saya dambakan. Setidaknya bantuan ini bisa mengisi warung saya yang saat ini tinggal sedikit. Gimana tidak,  untuk mengembalikan modal saja sulit, hanya habis-habis untuk makan sehari-hari saja,” ujarnya.

Dirinya berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan pelaku usaha kecil, untuk melakukan pengembangan usahanya. “Saya juga bertani yang dibantu istri saya. Kalau cuma mengandalkan penghasilan warung, bisa-bisa tidak makan anak saya. Untuk itulah, dengan adanya bantuan ini saya mengucapkan banyak terima kasih,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait