12 Sopir Pakai Narkotika

12 Sopir Pakai Narkotika

  Jumat, 1 July 2016 09:30
DIPERIKSA: Sejumlah supir yang diperiksa di markas BNNK Kota Singkawang kemarin. HARI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG - Sebanyak 12 pengemudi positif menggunakan narkotika dalam razia yang digelar tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Polres dan Dinas Perhubungan Singkawang di Jalan Raya Pasir Panjang (pintu masuk dan keluar Singkawang - Pontianak).

“Kemarin ada 6 orang, dan pada hari ini juga ditemukan 6 orang. Totalnya ada sebanyak 12 orang,ungkap Kepala BNNK Singkawang, AKBP Chrismas Siswanto di kantor BNNK Kota Singkawang kemarin.

Menurut dia tes urine yang dilakukan berdasarkan surat edaran dari Kepala BNNP tentang imbauan melaksanakan tes urine dalam rangka Hari Anti Narkoba International 2016 terhadap transportasi darat, laut dan udara.

“Jadi tes urine ini untuk memastikan bahwa supir transportasi darat, laut dan udara bebas dari narkoba. Sehingga bisa membawa penumpang dengan aman,” ujarnya.

Menurutnya pula razia sekaligus tes urine yang dilakukan merupakan agenda nasional. "Seluruh Indonesia melakukan hal yang sama, guna mencegah terjadinya kecelakaan," tuturnya. Chrismas menjelaskan, dikarenakan pihak yang tes urinenya positif, namun tidak ada barang buktinya, maka akan direhabilitasi. Berbeda jika pihaknya menemukan barang bukti, maka pengguna tersebut diserahkan kepada kepolisian untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Ia menyebutkan sebanyak 12 orang yang terindikasi menggunakan narkotika adalah merupakan pengemudi bus dan angkutan khusus (taksi antarkota). Sedangkan satu orang perempuan merupakan penumpang. “Dan ini sesuai dengan keluhan yang disampaikan masyarakat. Setelah kita lakukan tes urine ternyata benar, penggunanya banyak supir bus dan taksi,” ungkapnya.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishubkominfo, Jarvid membenarkan adanya 12 orang supir yang terjaring dalam operasi BNN saat Dishubkominfo Singkawang melakukan Ram Check.

“Kita prihatin dengan kondisi ini, semoga ini tidak terulang lagi. Kalau supirnya begini kasihan penumpang kalau terjadi ada apa-apa,” katanya. Sewaktu terjaring, kata dia, diantara para supir ini ada membawa rombongan ke Tanjung Bajau Singkawang acara keagamaan.

“Namun karena supirnya begitu, maka penumpang kita angkut menggunakan mobil Dishubkominfo kota Singkawang,” jelasnya.

Dari belasan supir itu, kata Jarvid, tidak supir dari Singkawang. Oleh sebab itu ia menghimbau agar supir menjaga stamina dan tidak mengkonsumsi narkoba. “Kepada penumpang jika melihat supir dalam keadaan tidak memungkinkan seperti ungal-ugalan, supir mengantuk bahkan kalau dalam keadaan mabuk lebih baik penumpang menegur dan disarankan meninggalkan angkutan tersebut dari pada terjadi hal tak diinginkan seperti kecelakaan,” katanya.

Untuk itu, Dishubkominfo Kota Singkawang akan terus mengawasi angkutan umum ini, saat ini Dishubkominfo menyiapkan dua posko dipusatkan di Terminal Pasiran dan Terminal Bengkayang, sehingga jika ada warga ada pengaduan datang ke posko dan lapor ke petugas.(har)

Berita Terkait