12 Balasan untuk Ahli Zakat Dan Sedekah

12 Balasan untuk Ahli Zakat Dan Sedekah

  Jumat, 1 July 2016 09:32   1

Oleh: H.SABHAN A.RASYID

MANUSIA selama hidup didunia ini banyak diberikan Allah SWT nikmat, diantaranya adalah nikmat harta kekayaan. Nikmat harta kekayaan selain sebagai nikmat juga sekaligus sebagai ujian. Sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), di sisi Allah-lah pahala yang besar.(S.64 At-Taghobun 15).”. 

Kalau dikatakan Allah nikmat harta sebagai cobaan atau ujian, tentulah dalam melaksakan ujian harta itu ada orang lulus dan ada orang yang tidak lulus. Adapun orang yang LULUS dalam ujian harta, adalah orang yang menggunakan harta sebagai alat untuk Beribadah kepada Allah dan menggunakannya untuk Perbuatan Amal Soleh (amal kebaikan) seperti zakat, infaq dan sedekah. Sebaliknya orang yang TIDAK LULUS dengan ujian harta, adalah orang yang menggunakan harta untuk berbuat dosa, maksiat dan kejahatan. Harta sebagai nikmat Allah SWT, meskipun kita peroleh dari hasil pekerjaan dan cucuran keringat sendiri, namun apabila sudah sampai pada Ukuran Tertentu (Nisab) dan Waktu Tertentu (Haul), maka harta yang dimiliki tidak lagi milik kita sendiri. Tetapi sudah ada titipan Allah SWT kepada kita untuk wajib mengeluarkan Zakat, infaq dan sedekahnya, yang diperuntukkan kepada 8 bagian (ashnaf) yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, ghorimin (orang yang berhutang), fisabilillah (orang yang membangun dijalan Allah) dan Ibnu Sabil (orang yang menuntut ilmu).

Setelah dikeluarkan zakatnya barulah harta tersebut bersih milik seseorang. Tetapi apabila tidak dikeluarkan zakatnya, maka harta tersebut masih kotor, masih bercampur dengan hak milik orang-orang yang 8 ashnaf. Bahkan kalau sampai tidak dikeluarkan zakatnya, berarti kita telah memakan, menggrogoti atau mencuri hak orang yang 8 asnaf (bagian) tersebut. Sedangkan kepada mereka ahli zakat dan sedekah (yang gemar dan ikhlas mengeluarkan zakat dan sedekahnya) maka Allah SWT sangat memuliakan orang yang berzakat/sedekah serta menjanjikan dan menyediakan 12 balasan yang sangat besar, yaitu : 1. Sedekah dapat menghapus dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi) ; 2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu hari, yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah : “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari) ; 3. Sedekah memberi keberkahan pada harta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim) ; 4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (S. Al Hadid: 18). ; 5. Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah. “Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”(HR. Bukhari Muslim) ; 6. Sedekah akan menjadi bukti keimanan seseorang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim). ; 7. Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani). ; 8. Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi). ; 9. Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari. ; 10. Pahala sedekah terus berkembang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR. Tirmidzi). ; 11. Sedekah menjauhkan diri dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka sedekahlah dengan kalimah thayyibah” (HR. Bukhari Muslim). ; 12. Boleh iri hanya kepada orang yang dermawan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang: seseorang yang diberikan harta oleh Allah, kemudia ia belanjakan di jalan yang haq, dan seseorang yang diberikan oleh Allah ilmu dan ia mengamalkannya dan mengajarkannya” (HR. Bukhari Muslim.). Sedangkan bagi orang yang meninggalkan kewajiban zakat Allah juga menyediakan ancaman dan siksa yang sangat berat : “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil (kikir) dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (S 3. Ali Imran: 180(. Sabda Rasululullah SAW “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa diberi harta oleh Allah, lalu dia tidak menunaikan (kewajiban) zakatnya, pada hari kiamat, hartanya dijadikan untuknya menjadi seekor ular jantan Aqra’ (yang kulit kepalanya rontok karena dikepalanya terkumpul banyak racun), yang berbusa dua sudut mulutnya. Ular itu dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Ular itu memegang (atau menggigit tangan pemilik harta yang tidak berzakat tersebut) dengan kedua sudut mulutnya, lalu ular itu berkata,’Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu’ (HR Bukhari II/508 no. 1338). Mari kita gunakan kesempatan bulan Ramadhan, bulan yang penuh Berkah, Rahmat dan Ampunan ini untuk banyak beramal dengan harta kita melalui Zakat, Infaq dan Sedekah.Wallohu’alam.**