12 Anak Sambas Tertahan di Jakarta

12 Anak Sambas Tertahan di Jakarta

  Jumat, 12 Agustus 2016 09:37
Ilustrasi

Berita Terkait

SAMBAS – Pemerintah Kabupaten Sambas terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Jakarta, terkait ditemukannya 12 anak perempuan bawah umur yang akan dipekerjakan di perusahaan konveksi dan bangunan sarang burung walet.

 
“Kita terus jalin komunikasi dengan Kasatreskrim dan Wakapolres Jakarta Utara,” kata Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH, Kamis (11/8).

Menurutnya, hal ini dalam untuk mengetahui seperti apa perkembangan dari proses pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian. Terlebih, selain dua belas perempuan dibawah umur, juga telah diamankan satu orang yang diduga membawa (perekrut) mereka.

“Ada satu orang yang membawa juga diamankan oleh pihak kepolisian. Pemeriksaan pun terus dilakukan, dan anak-anak itu masih diperlukan untuk pembuatan BAP,” katanya.

Saat ini, untuk ke dua belas anak tersebut yang rata-rata berusia 15,16 dan 17 tahun. Ditampung di Bampu Apus, Keramat Jati, Jakarta.

“Dalam minggu ini, Pemkab melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan akan ke Jakarta untuk mengetahui perkembangan dan pendampingan lebih lanjut,” katanya.

Melalui pihak desa, Pemkab akan terus menyampaikan perkembangan ke dua belas anak tersebut kepada para orang tuanya. Sebelumnya, Wakil Bupati Sambas juga secara langsung telah bertemu dengan para orang tua.

“Kita sudah bertemu, dan kami akan terus meyakinkan kepada para orang tua jika anak-anak mereka dalam keadaan aman,” katanya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, sebut Hairiah, ke dua belas anak tersebut rencananya akan dipekerjakan di perusahaan konveksi dan menjaga rumah walet di Jakarta. Bahkan diantaranya sebelumnya juga pernah bekerja di tempat tersebut.

“Ini permasalahannya adalah anak dibawah umur. Kita khawatir, terlebih dengan skill yang belum ada. Dipekerjakan di bagian pekerjaan terburuk. Sehingga mereka, kehilangan hak anak,” katanya.

Hairiah pun menekankan kepada para orang tua, untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran bekerja bagi anaknya yang masih dibawah umur. Dan para orang tua, jangan mudah tergiur meski pihak yang akan membawanya memberikan panjar dalam bentuk sejumlah uang.

“Berdasarkan informasi yang didapat, mereka ini berangkat dengan izin orang tua. Yang sebelumnya menerima uang sebesar Rp500 hingga Rp1 juta dari pihak pencari kerja, sebagai uang panjar,” katanya.

Tapi terkadang yang tidak diketahui para orang tua. Setelah panjar diterima, bisa jadi nanti itu dipotongkan dari uang gaji anaknya. Belum lagi ganti biaya transportasi dan lainya. Sehingga bisa saja anaknya nanti terjerat hutang di tempat bekerja.

Sebelumnya, dua belas perempuan dibawah umur dari Kabupaten Sambas. Ditemukan jajaran kepolisian di Pelabuhan Tanjung Priok. Diduga, ke dua belas anak ini akan dipekerjakan di Jakarta. (fah)

Berita Terkait