12 Anak Sambas Sudah Pulang

12 Anak Sambas Sudah Pulang

  Senin, 15 Agustus 2016 09:47
Ilustrasi

Berita Terkait

SAMBAS - Senin (15/8) anak-anak yang yang sempat diamankan kepolisian di Jakarta hari ini akan dipulangkan ke rumah masing-masing. Biaya kepulangan sepenuhnya akan ditanggung pemkab Sambas.

 
Kabid Pemberdayaan Perempuan BPP KB Kabupaten Sambas, Susi Mirawati menyebutkan proses pemeriksaan untuk kelengkapan Berita Acara Perkara (BAP) sudah selesai. Sehingga anak-anak yang berasal dari Kabupaten Sambas, bisa dipulangkan.

"Sudah siap dibawa balik, proses BAP sudah selesai," kata Susi Mirawati.

Menurutnya, pada Senin pagi. Akan berangkat menggunakan pesawat terbang dari Jakarta. Kemudian sesampainya di Sambas, akan langsung diserahkan ke pihak keluarga.

"Setelah sampai di Sambas. Kemungkinan siang, akan langsung diantar ke pihak orang tua. Dan ini akan diantar oleh Polsek Teluk Keramat," katanya.

Ketika ditanya mengenai apakah sudah ada pihak yang ditahan. Dijelaskan Susi, sampai saat ini belum ada. Lantaran sesuai keterangan dari pihak kepolisian. Anak-anak ini secara sadar dan tanpa paksaan ikut bekerja.

"Kalau berdasarkan keterangan pihak polisi. Mereka (anak-anak) ini ikut dan tanpa ada paksaan," katanya. Tim, yang terdiri dari Kabag Kesra, Kabid Sosial Dinsosnakertrans dan Bidang PP BPPKB Kabupaten Sambas, sejak Jumat sudah berada di Jakarta. Untuk mengurus kepulangan ramaja-remaja dari Sambas.

Atas kejadian ini. Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH berharap atas kejadian ini. Para orang tua, khususnya harus memperhatikan hak pendidikan anak. Dirinya pun berharap, tak ada dikarenakan biaya tak mampu  menyekolahkan anaknya. Lantaran , jika memang warga tak mampu. Bisa dicarikan solusi.

Wabup juga berharap, bergulirnya dana desa, bisa memback up pendidikan yang ada di wilayahnya.

“Desa bisa berperan aktif, karena dengan bergulirnya dana desa yang besar dimasing-masing desa, mampu membackup pendidikan desa. Termasuk menciptakan peluang kerja di desa, dan itu bisa diwujudkan didesa sehingga tercipta lapangan kerja,” katanya.

Diyakini, dengan pengelolaan dana desa yang baik. Bisa menciptakan lapangan kerja. Terutama bagi warga desa masing-masing. Dalam kesempatan tersebut. Wakil Bupati juga menegaskan sebagai langkah antisipasi terjadinya kembali anak dibawah umur dipekerjakan. Menjadi tanggung jawab semua pihak, baik itu pemerintah daerah hingga tingkat desa kemudian masyarakat.

“Kita harapkan desa tidak lagi mengeluarkan surat rekomendasi, terutama jika memang anak yang akan dipekerjakan masih dibawah umur,” katanya. (fah)

Berita Terkait