118, 55 Gram Sabu, 38 Butir Ekstasi Dibakar

118, 55 Gram Sabu, 38 Butir Ekstasi Dibakar

  Kamis, 17 December 2015 08:33
MUSNAHKAN: Kejaksaan, Polres, Pengadilan Negeri dan Dinas Kesehatan Ketapang memusnahkan barang bukti narkoba tahun 2015 yang kasusnya sudah putus. AFI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Kejari Musnahkan Barang Bukti dari 20 Kasus Narkotika 2015 Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang memusnahkan 118,55 gram narkoba jenis sabu dan 38 butir ekstasi di halaman Kejari pada Rabu (16/12). Sabu dan ekstasi yang merupakan barang bukti dari 20 kasus yang terjadi di Ketapang selama tahun 2015. Ahmad Sofie, Ketapang

Pemusnahan barang haram tersebut dihadiri Kasat Narkoba Ketapang, perwakilan Dinas Kesehatan Ketapang serta Wakil Pengadilan Negeri Ketapang dengan cara dibakar. Selain sabu dan ektasi, Kejaksaan juga memusahkan sejumlah barang bukti lainnya berupa alat timbang digital, alat hisap sabu (bong), serta puluhan korek api gas dan sebuah pistol jenis FN yang sudah dalam kondisi rusak.

Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Joko Yuhono, mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Ketapang. "Ini tentu menunjukkan kinerja yang cukup baik dari pihak kepolisian, kejaksaan, pengadilan serta dinas kesehatan dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Ketapang," katanya, kemarin (16/12).

Ia menjelaskan, pemusnahan barang bukti kali ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, dengan banyaknya barang bukti yang dimusnahkan menandakan peredaran narkoba di Ketapang cukup signifikan.Oleh karena itu, kedepan pemberantasan terhadap narkoba diharapkan juga dapat dilakukan semua element masyarakat Ketapang.

"Narkoba ini sangat membahayakan semua generasi. Kita butuh dukungan masyarakat, koordinasi lebih lanjut antara pihak terkait dalam memberantas narkoba serta perlu peran pers dalam mensosialisasikan bahaya narkoba," jelasnya.Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Ketapang, Samsul Bahri Siregar, mengatakan, sabu yang dimusnahkan merupakan barang bukti selama satu tahun. "Demua perkara ini telah diputus pengadilan dan mempunyai kekuatan hukum tetap," kata Samsul.

Ia menjelaskan, salah satu kasus yang banyak terdapat barang bukti narkoba yakni kasus anak di bawah umur yang diduga menjadi kurir narkoba beberapa waktu lalu di wilayah Kabupaten Kayong Utara. "Kami siap memberantas dan memerangi narkoba yang kita ketahui berdampak negatif bagi kehidupan," tukasnya. (*)
 

Berita Terkait