111 Lusin dan 142 Botol Kosmetik Tanpa Izin Edar Disita

111 Lusin dan 142 Botol Kosmetik Tanpa Izin Edar Disita

  Rabu, 12 Oktober 2016 16:08
FOTO HUMAS POLDA KALBAR

Berita Terkait

DIREKTORAT Reserse Khusus Polda Kalimantan Barat kembali menangkap dan menyita kosmetik yang tidak memiliki izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Minuman, pada Selasa 11 Oktober 2016 di sebuah rumah Milik Yul (27 th). Rumah ini untuk menyimpan dan menjual cosmetik merk RD di Jalan Parit Tengah, Gang Melati, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak.
Menurut Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs. SUHADI SW. M.Si,  berdasarkan pemeriksaan Tim Reskrimsus Polda Kalbar dibawah Pimpinan Kompol Sardo Sibarani S.Ik, tim berhasil menemukan barang bukti  berupa 60 lusin, Cream merek RD lima lusin cream, merek BB Cream RD, 110 (seratus sepuluh) botol serum, merek RD, 17 (tujuh belas) lusin Toner, merek RD,  dua botol Cleanser merek RD, tiga puluh botol handbody merek RD, satu lusin Cream Mata merek RD. 28 (dua puluh delapan) lusin Sabun, merek RD, 36 (tiga puluh enam) paket/ 1 (satu) paket berisi 4 item, PAKET RACIKAN merek RD, 2 (dua) kotak merek MOMENT.      
Kasus yang sama pada 5 Oktober lalu Polda Kalbar juga menyita kosmetik yang tidak memiliki izin edar di Sui Raya Dalam Kompleks Bali Lestari 2 Nomor 22 A. Dalam penggerebekan tersebut, pihaknya menyita 248 item  kosmetik yang tidak memiliki ijin edar dari Balai POM, dan mengamankan tersangka Herman alias Aphin, dimana tersangkanya sampai saat ini masih diamankan di Dit Reskrimsus, Polda Kalbar.
Berdasarkan pemeriksaan sementara terhadap Tersangka Yul ( 27 th ), bahwa pelaku mendapatkan barang barang kosmetik tersebut dari Jakarta, kemudian dijual melalui Media Sosial dan mengirimkan pesanan kepada pembeli menggunakan jasa  pengiriman Titipan Kilat disamping melayani pembeli langsung dirumahnya.
Menurut Dir Reakrimsus Kombes Pol Wawan Munawar SH.A.Ik terhadap tersangka bisa dikenakan pasal 197 jo pasal 106,  UU NO 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak satu miliar lima ratus juta. Pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dg ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar. Selanjutnya terhadap tersangka dan barang bukti diamankan di Ditreskrimsus Polda Kalbar untuk proses sidik lebih lanjut, dan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Minuman dan BPSK. (humas polda kalbar) 

Berita Terkait