11 Ribu PPDP Coklit se-Kalbar

11 Ribu PPDP Coklit se-Kalbar

  Minggu, 21 January 2018 08:30
COKLIT: Petugas KPU Kalbar saat menyambangi kediaman Bakal Calon Gubernur Kalbar Sutarmidji untuk coklit data pemilih, Sabtu (20/1) pagi. ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK – Sebanyak 11 ribu Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) di Provinsi Kalimantan Barat melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih (coklit) serentak, mulai kemarin (20/1) dan berakhir 18 Februari. Dilakukannya coklit sebagai upaya KPU untuk melakukan pendataan pemilih yang akan ikut serta dalam pesta demokrasi. 

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Viryan Azis, menjelaskan, pelaksanan apel coklit dilakukan serempak di seluruh Indonesia. "Dipusatkan di tujuh provinsi, beberapanya Jatim, Jateng, Jabar, Sulsel, Bali, dan Sumut. Lebih dari 400 ribu PPDB se-Indonesia turun mencoklit minimal 5 rumah," katanya usai pelaksanaan apel PPDP coklit serentak Provinsi Kalbar, kemarin.

Dijelaskan Viryan, coklit merupakan proses pendataan yang dilakukan PPDP ke rumah-rumah pemilih di tiap TPS. Tugas mereka nanti, dijelaskan dia, bertemu dengan keluarga penghuni rumah, kemudian mencocokkan data diri pemilih. Dia memisalkan, di rumah tersebut ada tujuh orang, di mana total pemilih lima orang, maka petugas akan melakukan pengecekan data pemilih. Semua dilakukan mereka guna memastikan kebenaran bahwa warga tersebut memang betul-betul sebagai pemilih. “Jika datanya benar, maka petugas akan memberi centang. Namun jika datanya keliru, maka akan diperbaiki,” ujar mantan Ketua KPU Kota Pontianak tersebut.

Di Kalbar sendiri, diungkapkan dia, total petugas PPDP mencapai 11 ribu, sama dengan total jumlah TPS. Sambung Viryan, tujuan dilakukannya coklit di awal tahapan sebagai antisipasi kejadian pemilih yang tak terdata.

KPU RI dipastikan dia, sudah mempelajari dari kejadian Pilkada DKI Jakarta, di mana ada pemilih tak terdata dalam DPT. Memang, tak dipungkiri dia, meski tak terdata, si pemilih bisa mencoblos 1 jam terakhir di TPS, dengan syarat miliki e-KTP. “Tapi kejadian seperti ini diupayakan tak kejadian di pilkada tahun ini. Makanya proses coklit dilakukan,” timpal dia.

Dia berharap dengan coklit, semua pemilih terdata. Dengan demikian, mereka akan mengetahui berapa surat suara dan meminimalisir kasus pemilih tak terdata dalam jumlah besar. 

Selain itu, kata Viryan, coklit dilakukan untuk melakukan pemutakhiran data yang tak mutakhir. Maksudnya, dijelaskan dia bahwa data faktual pada kondisi hari ini. Dia memisalkan, minggu lalu ada pasangan baru menikah, namun belum menginjak 17 tahun, tapi kalau datanya sekarang sudah pasti masuk meski sebelumnya belum memenuhi syarat karena belum cukup umur. "Atau bulan lalu ada warga meninggal, ketika dikunjungi memang benar ada datanya meninggal bulan lalu, maka data tersebut langsung dicoret," katanya.

Di tempat sama, Ketua KPU Kota Pontianak, Sujadi, mengatakan untuk coklit yang dilakukan di Kota Pontianak total ada 1.453 PPDP. Mereka akan mencoklit minimal lima rumah satu orang. Proses coklit dilakukan kemarin sampai 18 Februari 2017.  

Ayo Gunakan Hak Pilih

Bakal Calon Gubernur Kalbar Sutarmidji mengikuti kegiatan pencocokan dan penelitian data pemilih (coklit) KPU, untuk pencocokan dan pemutakhiran data pemilih, Sabtu (20/1). Tim coklit KPU mendatangi langsung kediaman pria yang akrab disapa Bang Midji itu di rumah dinas Wali Kota Pontianak. 

Seperti diketahui, kegiatan coklit ini bertujuan untuk memutakhirkan data pemilih dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 ini. "Karena ada usia pemilih yang sudah berhak memilih, pensiunan TNI Polri, anggota keluarga yang sudah meninggal, agar data jumlah pemilih bisa akurat dan bisa digunakan di masa mendatang," ungkap Ketua Panitia Pemungutan Suara Adi Sumaryadi.

Adi mengatakan, pencocokan data pemilih termasuk melakukan penelitian data, akan dilakukan secara door to door ke setiap rumah. Tahapannya, dijelaskan dia, setelah dilakukan coklit, data pemilih akan dicocokkan kembali dengan data KPU yang selanjutnya mereka akan mengeluarkan data pemilih sementara (DPS).

Setelah itu, dijelaskan dia, KPU kembali akan melakukan verifikasi DPS tersebut, sehingga DPS akan berubah menjadi data pemilih tetap (DPT). Setelah DPT, menurut dia, diumumkan, baru kemudian pelaksanaan Pemilu 2018 dapat dilanjutkan.

Menanggapi tahapan ini, Bang Midji sangat menyambut baik. Ia berharap dengan data yang akurat, pesta demokrasi tahun 2018 dapat dilakukan secara damai aman dan tenteram. "Selain itu masyarakat yang sudah terdaftar agar dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak," katanya. (iza/bar/r)

Berita Terkait