100 Ha Lahan Terbakar

100 Ha Lahan Terbakar

  Kamis, 31 March 2016 09:11
KARHUTLA: Kebakaran lahan 100 hektare milik sebuah perusahaan sawit di Dusun Senipahan, Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar berhasil dipadamkan. HARI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 

SAMBAS- Kebakaran yang terjadi di sekitar seratus hektare lahan milik sebuah perusahaan sawit di Dusun Senipahan, Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar, berhasil dipadamkan oleh 31 petugas gabungan menggunakan dua unit alat pompa air robin, 30 ember, 12 mesin penyemprot solo, bahkan menggunakan dahan dan ranting.

"Sebanyak 31 petugas dari Polsek Sajingan Besar 14 personil, Koramil (enam personil), Manggala Agni (enam personil) dan perangkat desa setempat lima personil, dan dibantu pihak perusahaan. Bersama-sama memadamkan api di lahan gambut yang terjadi sejak Minggu (27/3), dan alhamdulillah pada Senin (28/3) sore atau sekitar pukul 16.00 WIB,

upaya (pemadaman) tersebut berhasil," kata Kapolres Sambas AKBP Sunario S.Ik, MH melalui Kapolsek Sajingan Besar IPTU Mawardi.

Dalam upaya pemadaman, sebutnya, selain peralatan mesin. Juga menggunakan ranting dahan untuk mematikan api yang terus membakar lahan.

"31 petugas yang turun, ada yang mengoperasikan dua unit alat pompa air robin, mengangkut air dengan ember yang disiapkan, 12 Mesin penyemprot solo termasuk menggunakan dahan ranting untuk padamkan api," kata Mawardi.

Mengenai penyebabnya. Pihaknya sampai dengan saat ini masih dalam penyelidikan. "Kita masih mencari keterangan mengenai apa penyebab kebakaran sebenarnya," katanya.

Pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat serta perusahaan. Agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Terlebih, saat ini intensitas hujan turun mulai berkurang. "Apalagi sekarang cuaca panas dan hujan tak sering turun. Sehingga

sulutan api rokok bisa saja menjadi penyebab kebakaran lahan. Sehingga semua pihak harus waspada," katanya. Selain dari kepolisian, imbaun tersebut juga disampaikan jajran TNI, Manggala Agni.

"Selain itu, juga melakukan patroli secara rutin. Kemudian akan segera bertindak jika ada laporan adanya kebakaran lahan," katanya. Sebelumnya, Kapolres Sambas, AKBP Sunario, S.Ik, MH melalui Kabagops, Kompol Jajang S Kom menyebutkan pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polsek di Kepolisian Resort (Polres) Sambas, untuk terus melakukan pencegahan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diwilayah hukum masing-masing.

Bahkan, jajarannya bersama dengan pihak terkait telah melakukan pemetaaan terhadap daerah rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Ada rawan 1 dan rawan 2 untuk di wilayah Sambas,” kata Kompol Jajang S Kom. Menurutnya, daerah yang masuk rawan 1 yakni Kecamatan Galing, Sajingan Besar, Subah dan Paloh. Sementara untuk rawan 2, meliputi Kecamatan Sebawi, Tebas, dan Teluk Keramat. Meski demikian, kecamatan lainnya juga menjadi perhatian agar Karhutla tak terjadi.

“Daerah rawan 1, dikarenakan unsur tanahnya gambut, jauh dari pemukiman penduduk. Sehingga akan lebih sulit melakukan pemadaman jika terjadi karhutla,” katanya.

Selain pemetaan, sebutnya, jajarannya bersama dengan  pihak terkait sejak pertengahan Februari lalu, telah melakukan patroli bersama dengan  pihak terkait diantaranya Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Pemerintah Desa, TNI.

“Saat kegiatan patroli, juga diturunkan alat pemadam kebakaran. Kemudian melibatkan tim penanggulangan bencana yang ada, seperti Tagana dan lainnya, “ katanya.(fah)

Berita Terkait