10 Ha Lahan Kosong Terbakar

10 Ha Lahan Kosong Terbakar

  Selasa, 23 Agustus 2016 09:42
WASPADA KARHUTLA: Sebagai wilayah yang masih dilingkupi dengan sebagian besar kawasan hutan, Kapuas Hulu rentan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Seperti yang menimpa Bukit Tekenang beberapa waktu lalu

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Sabtu (20/8) lalu, sekitar 10 hektare (Ha) lahan kosong di Dusun Guntul, Desa Senunuk, Kecamatan Batang Lupar, terbakar. Kejadian itu merupakan kelanjutan dari kebakaran hutan yang disebabkan sisa bakaran lahan yang hidup kembali, kemudian merembet ke lahan tersebut.

“Sekarang musim kering mudah sekali terjadi kebakaran. Api yang semula sudah redup, ditiup angin bisa membesar, karena pemilik ladang sudah pulang, api dengan cepat merembet,” ujar komandan Kodim 1206/Putussibau, Letkol Kav Budiman Ciptadi, kemarin (22/8) di Putussibau. Dandim yang memimpin langsung aktivitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan di dusun tersebut, dibantu 30 personel gabungan dari TNI, Polri, Pol PP, Pemerintah Kecamatan Batang Lupar, dan masyarakat setempat. Mereka sempat kewalahan memadamkan api tersebut. Namun atas kerja keras tim, si jago merah yang terus membesar dan sudah menghanguskan kurang lebih 10 Ha lahan kosong tersebut, bisa dipadamkan dalam tempo 24 jam.

“Saya turun langsung memimpin kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Dusun Guntul,” ucapnya. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Karena, menurut dia, sudah banyak kerugian yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan. Parahnya lagi, diakui dia, lantaran luasnya lahan yang terbakar, sehingga secara tidak sengaja telah membakar lahan yang bukan milik petani atau masyarakat. “Tetapi juga membakar lahan lain milik warga lainnya,” timpal dia.

Dandim menegaskan bahwa pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi dan mengimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan.  Karena, diingatkan dia jika dampak dari kebakaran hutan dan lahan ini menggangu sekian banyak aspek. “Minggu lalu ada terdeteksi 101 hotspot, yang tersebar di semua kecamatan. Selaku aparatur negara, kami siap menindaklanjuti dengan sosialisasikan amanat Presiden,” tandasnya.

Selain berpartisipasi aktif memadamkan api jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, jajaran Kodim 1206 dan Batalyon 644 Walet Sakti terus melakukan sosialisasi. Mereka tidak sungkan-sungkan untuk mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas membersihkan lahan dengan cara membakar. Sebab, dengan cara tersebut, sangat berpotensi menyebabkan kebakaran yang lebih luas, terutama lahan-lahan kosong.

“Saya selalu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan. Di saat musim kemarau seperti sekarang ini, sangat mudah terjadi kebakatan hutan dan lahan,” tutur Budiman. Apalagi, setelah membakar ladang, dia kerap menemukan jika lahan tersebut kemudian dibiarkan. Akibatnya, dia menambahkan, api yang belum sepenuhnya padam, menyala kembali dan merembet ke lahan lain. (aan)

Berita Terkait