‘Surga’ Ada di Dalam Kamar Tidurmu

‘Surga’ Ada di Dalam Kamar Tidurmu

Jumat, 11 Agustus 2017 09:18   180

Seorang ulama berkata, “Kalau budak (pelayan) mencintai Tuannya, wajar. Karena ada sesuatu yang diharapkan darinya. Yang aneh, kalau Tuannya, mencintai budaknya (pelayannya). Sebab, kalau Tuannya sudah meyayangi pelayannya, sudah pasti semua keperluan dan atau  fasilitas yang diminta oleh si pelayan, akan mudah dipenuhi Tuannya.” 

Semua pasti menginginkan rumah tangga bahagia sejak di dunia sampai di akhirat. Rumah tangga mahabbah warrahmah. Rasulullah SAW bersabda, “Baiti Jannati–rumah tanggaku adalah surgaku.” 

Bagaimana kiat meraihnya? Rasulullah SAW bersabda, “Semoga Allah SWT merahmati orang yang bangun malam hari, lalu salat dan  membangunkan isterinya. Jika isterinya menolak, dia memercikkan air ke wajah isterinya. Semoga Allah merahmati wanita (isteri) yang bangun di malam hari lalu salat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak, dia memercikkan air ke wajah suaminya.” (HR.Abu Daud–An Nasai–Ibnu Majah–Ibnu Khuzaimah–Ibnu Hiban–Al Hakim dan lain-lain). 

Dikatakan dalam satu riwayat, barangsiapa menunaikan Salat Tahajud di rumahnya, ia akan diberi limpahan berkah pada keluarganya, hartanya, perniagaannya, dan segala urusannya.” (Al Bakarah fi fadhlis sa’yi wal Harakah hal 78)

Rahmat itu adalah kasih sayang Allah. Kalau Allah swt sudah memberikan  rahmat-Nya   atau menyayangi seorang hamba, maka sudah pasti si hamba itu  akan masuk surga. Qiyamul Lail atau Salat Tahajud adalah amalan sunnah–nasfilah saja. Namun bila seorang hamba istiqamah melakukannya, ia akan meraih cinta Allah. 

Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi: Jika hamba-Ku terus mendekati-Ku dengan amal- amal nafilah ( sunnah ) maka Aku akan mencintainya.” (HR.Bukhari ). 

Abu Darda menerangkan hamba Allah yang paling dicintai Allah adalah para ahli Tahajud. (Kitab Az-Zuhud). Bahkan Allah SWT sendiri sudah memastikan, bahwa si hamba yang istiqamah melakukan Salat Nafilah Tahajud akan ditempatkan pada kedudukan yang terpuji. Dan pada sebagian malam, lakukanlah Salat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (Al Isra’ 79). 

Hasan al Banna berkata, “Kalau hikmah/keutamaan Salat Tahajud itu hanya seperti tercantum dalam Al Isra’ 79 itu, itu pun sudah lebih dari cukup yaitu ‘Maqaamam Mahmuda’. Pantas orang–orang saleh zaman dahulu tidak tertarik dengan posisi, kedudukan, atau jabatan di dunia. Sebab,  apalah artinya dibandingkan dengan kedudukan yang telah dijanjikan Allah melalui Tahajud itu. Rezeki dan fasilitas keduniaan akan dipenuhi Allah dari jalan yang tidak terduga.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika Allah SWT mencintai seseorang, ia memanggil Jibril. Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia, sehingga Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril pun memanggil seluruh penghuni langit seraya berseru: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan,maka cintailah ia. Maka penghuni langitpun mencintainya sehingga orang tersebut diterima oleh penduduk bumi.” (HR.Bukhari–Muslim).

Rasulullah SAW bersabda, “Jika kita ingin dekat dan dicintai Allah, dicintai dan dihormati makhluk, mulia di dunia dan di akhirat, maka mau tak mau kita harus menjalani Qiyamul Lail. Karena Qiyamul Lail adalah syariat para kekasih Allah,kesukaan oleh Allah dan semua makhluk.” (Buku 7 Wasiat Rezeki Terampuh dari Nabi SAW oleh Mahhmud Asy-Syafrowi ).

  Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang hamba pun yang masuk surga karena amalnya– termasuk aku -, tetapi seorang hamba masuk surga hanya karena rahmat Allah semata.” Adapun kita beramal kebajikan, adalah dalam rangka mengharap rahmat Allah itu.

Subhanallah! Betapa dahsyatnya ganjaran suami isteri yang saling membangunkan untuk Tahajud. Selain meraih rahmat Allah, juga keduanya digolongkan kedalam orang ahli zikir. 

Rasulullah SAW bersabda, “Bila seorang suami membangunkan isterinya di malam hari, lalu mereka berjemaah salat dua rakaat niscaya mereka dicatat tergolong orang–orang yang banyak mengingat Allah.” (HR.Abu Daud) 

Seorang hamba yang melakukan Salat Tahajud juga akan meraih ridha Allah. Rasul SAW bersabda, “Salat yang lebih besar pahalanya adalah salat dua rakaat yang dilakukan seorang hamba di tengah malam dengan tidak mengharapkan kecuali ridha dari Allah.” (HR.Abu Syeikh Ibn Hiban).

Tidak ada yang diridhai Allah lebih dari orang yang dibangunkan untuk salat dua rakaat di waktu tengah malam . 

Ali bin Abi Thalib RA berkata, “Salat Tahajud adalah sarana menyehatkan badan, mendatangkan keridhaan Allah, membawa rahmat dan berpegang teguh dengan akhlak para Nabi.” Ahli Tahajud akan menjadi orang yang paling dekat dengan Allah. 

Rasul SAW bersabda, “Allah paling dekat dengan hamba-Nya pada akhir pertengahan malam. Oleh karena itu, jika kamu sanggup untuk menjadi orang yang mengingat Allah pada saat itu, maka kerjakanlah.” (HR.Turmudzi). Wallahu’alam. **
 

Uti Konsen