​Vela Dibunuh Karena Mendua

​Vela Dibunuh Karena Mendua

  Minggu, 21 January 2018 08:30
REKONSTRUKSI: Tersangka kasus pembunuhan, Bun Jun Tjoi alias Choi, mempergakan 26 adegan ketika menghabisi kekasihnya Lie Chu alias Vela, Sabtu (20/1). Kasus ini sendiri terjadi tepat di malam pergantian tahun. ADONG EKO/ PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan siswa SMK Negeri 6 Pontianak,  Lie Chu alias Vela oleh Bun Jun Tjoi alias Choi. Sebanyak 26 adegan diperagakan pelaku, Sabtu (20/1) di depan Ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). 

Satu demi satu adegan diperagakan tersangka, mulai dari tersangka datang ke rumah korban di Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Timur, sampai perbincangan hingga membunuh korban dengan mengikat leher korban dengan jaket berwarna biru. Ikatan di leher yang berlangsung cukup lama itu akhirnya membuat korban tak sadarkan diri. Tetapi kondisi yang dialami sang pacar tak membuat tersangka iba. Ia malah kembali mengikat leher korban menggunakan tali tas, hingga akhirnya Vela benar-benar meregang nyawa. 

Usai membunuh, tersangka hendak mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Seutas tali yang sudah terpasang di dalam kamar pun digunakannya untuk gantung diri. Namun tali nilon yang digunakannya putus, hingga tersangka terjatuh. Dia pingsan dalam beberapa menit, kemudian bangun dan melarikan diri meninggalkan jasad korban di dalam kamar. 

"Dari 26 adegan yang diperagakan, terungkap jika korban dibunuh karena tersangka cemburu telah diduakan," kata Kanit Tipidter Polresta Pontianak, Iptu Tarminto. Tarminto menjelaskan, rekonstruksi dilakukan untuk melihat secara lengkap bagaimana tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban. 

"Adegan dilakukan sesuai dengan pengakuan tersangka. Sebelum korban dibunuh, keduanya sempat berbincang-bincang hingga terjadi pertengkaran," jelasnya. 

Tarminto menuturkan, muara dari kasus pembunuhan itu karena tersangka cemburu setelah mendengar kabar jika kekasihnya itu telah memiliki pacar selain dirinya. "Apakah pembunuhan itu direncanakan? dari rekonstruksi dan hasil pemeriksaan, tidak tergambarkan. Artinya apa yang dilakukan tersangka adalah tindakan spontanitas," ungkapnya. 

Tarminto menyatakan dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kuat, maka tersangka akan dikenakan pasal pasal 340 dan 338 KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun, hukuman mati dan atau, seumur hidup. 

Seperti diketahui kasus pembunuhan siswi kelas 2 SMK Negeri 6 Pontianak itu terjadi di malam pergantian tahun baru 2018. Kabar pembunuhan itu langsung diberitahu oleh tersangka dengan menghubungi saudara korban melalui telepon genggam. Usai memberi tahu dan meminta maaf, tersangka melarikan diri ke Sekadau. 

Namun polisi yang sudah berada di tempat kejadian bergerak cepat. Dengan petunjuk yang didapat, tersangka akhirnya berhasil dibekuk ketika berada di Jalan Batang Tarang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Tersangka terpaksa harus ditembak di kaki, lantaran melakukan perlawanan. (adg)

Berita Terkait