​Serupa Tapi Nggak Sama

​Serupa Tapi Nggak Sama

  Sabtu, 8 Oktober 2016 10:11

Berita Terkait

Barang refurbish? Apa sih itu? Yap, kalo mendengar kata refurbish pasti masih asing ditelinga kita. Tapi buktinya 21 persen Zetizen pernah beli gadget refurbish loh. Sebenarnya, gadget refurbish adalah gadget yang didaur ulang. Awalnya, gadget refurbish adalah gadget asli keluaran pabirk yang sempat beredar dipasaran tapi kondisinya cacat atau tidak sempura. Baik cacat dari segi software maupun hardware. Sehingga harus dikembalikan ke parbik.

 Menurut Mouldie Eka, salah satu gadget reviewer, saat dikembalikan ke pabrik gadget tersebut nggak langsung dibuang. “Gadget akan distandarisasi lagi oleh pabrik agar bisa dipakai dalam kondisi normal,” ujar pemilik Youtube chanel Sobat Hape tersebut. Sebelum kembali dilepas ke pasaran, gadget yang sudah diperbaiki itu akan kembali diuji ulang kelayakannya sampai dinyatakan aman.

            Nah, karena sudah diperbaiki lagi oleh pabrik makanya harga gadget refurbish lebih murah. Bisa sampai 70 sampai 80 persen harga gadget dengan kondisi normal. Selain itu, biasanya gadget refurbish adalah gadget yang sudah tidak lagi diproduksi massal. Sehingga pabrik atau produsen mengeluarkan seri tersebut namun dalam kondisi refurbish.

            Ternyata nggak cuma smartphone aja kok yang bisa di-refurbish. Tapi, produk elektronik lain seperti laptop sampai hardisk external juga bisa di-refurbish. Seperti hardisk external yang dipakai oleh Putu Reza, salah satu reviewer smartphone di youtube. Reza mengaku selama enam bulan pemakaian dirinya tidak menemui masalah. “Tapi, pakai gadget refurbish emang untung-untungan. Nggak semua gadget refurbish bagus. Karena kan udah masuk pabrik kedua kalinya,” tutur pemilik akun Youtube Putu Reza ini.

            Selain harganya yang lebih murah, hal yang bikin gadget refurbish cukup laris adalah masih memiliki garansi resmi dari brand tersebut. Tapi, perlu diingat, ada dua jenis garansi. Yaitu garansi resmi dari brand tersebut dan garansi dari toko. Garansi yang paling aman tentu garandi dari brand asli atau bawaan. “Sebab garansi resmi dari brand atau merk asli pasti sudah dapat pengakuan dari Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN Indonesia yang menjamin keaslian komponen hardware dan software gadget,” tambah Reza.

            Dari sekian banyak merk smartphone yang beredar, Iphone jadi salah satu yang cukup banyak di-refurbish. Menurut reviewer Apple product indra Surya Atmaja, saat membeli iphoe refurbish harus berhati-hati. Sebab, produk Apple belum menenuhi standar TKDN Indonesia. Dirinya bahkan punya pengalaman nggak enak saat membeli iphone 6 refurbish. Baru beberapa hari pemakaian, tiba-tiba I phonenya mati total. Setelah di cek, ternyata cip ohpnenya terbakar. “Setelah diselidiki ternyata kepala charger dari barang ini nggak original. Sehingga mudah panas saat di charge,” ujar pemilik akun youtube iDevice ini.

            Tuh kan, memang sih gadget refurbish lebih murah. Tapi tetap harus hati-hati saat membeli. Perhatikan toko tempat membeli dan tanyakan sedetail mungkin, termasuk garansinya. Sehingga saat ada kerusakan kamu nggak rugi banyak. (pew/grc)

 

Berita Terkait