​Pistol For Moms : Kembali Pulang

​Pistol For Moms : Kembali Pulang

  Rabu, 6 December 2017 10:00

Berita Terkait

Bagi Zetizen Kalbar yang lahir di tahun 1995 ke atas tentu sangat mengenal Pistol For Moms (PFM). Band punk rock yang eksis sejak tahun 2008 ini udah menghibur generasi Z sejak masa putih-biru. Makanya hingga kini PFM memiliki fans loyal yang membuat mereka tetap bertahan.

Mengobati kerinduan para fansnya, bulan lalu, tepatnya 11 November 2017 PFM merilis album keduanya yang berjudul Homecoming di halaman Grand Mahkota Hotel. Acara rilis album ini juga turut dimeriahkan oleh beberapa musisi lokal Pontianak seperti Manjakani, Wai Rejected dan Lemondjin. Nggak hanya itu, guys, screening video clip dari salah satu lagu dalam album Homecoming pun ada.

“Konsepnya live sekalian screening video clip One Anthem. Teman-teman musisi Pontianak sangat mengapresiasi album kedua PFM. Sebagai penyemangat bagi musisi lain juga agar bisa punya album sendiri dan semangat untuk karya,” ujar Helmi Fachrurrozi, drummer PFM. 

Album Homecoming berisi 8 lagu yakni Aku Kau Dia dan Mereka, Be The Light (feat. Mayamae), Berlari dan Lupakan, Elang Khatulistiwa (feat LWR), Get Up, One Anthem (feat. Erick, Sony dan Wink), Our Paradise dan Percaya. Ide semua lagu tersebut berasal dari para personel PFM, sedangkan lirik lagu banyak ditulis oleh Nazari (vokal).

Menurut Helmi, Homecoming merupakan betuk representasi dari PFM yang sekarang melihat dirinya apa adanya. PFM udah semestinya pulang ke tempat asalnya. Apalagi PFM udah terlalu lama vakum sejak rilisan album pertamnya Feel What I Feel pada tahun 2012.

“Sibuk juga cari referensi baru, terus kita lihat lagi ke asalnya jadi kita pulang. Istilahnya kita dulu masih menganggap rumput tetangga lebih hijau sampe lupa dengan keadaan kita sendiri, padahal  rumput tetangganya juga nggak lebih hijau kok. Makanya udah saatnya kita balik berkarya lagi,” tambah Helmi.

Tantangan terbesar selama pengerjaan Homecoming berasal dari personelnya sendiri khususnya vokalis karena Nazari baru bergabung dengan PFM di tahun 2015. Sehingga memerlukan waktu satu tahun untuk beradaptasi dengan ritme PFM. Selain itu, kesibukan para personel PFM juga memperlama  proses mixing dan mastering. Hal tersebut menyebabkan molornya perilisan Homecoming. Pada awalnya Homecoming direncanakan rilis pada akhir tahun 2016, tapi malah jadi tahun 2017.

Yang paling spesial dari Homecoming adalah terdapatnya unsur Jepang dalam lagu Be The Light.  Sebagian lirik Be The Light juga ditulis menggunakan bahasa Jepang. Be The Light terinspirasi dari musik punk rock Jepang yang kuat. Be The Light dianggap sebagai permulaan PFM untuk mengangkat unsur budaya lain dalam karya selanjutnya.

Nggak kalah menarik dari Be The Light, video clip terbaru One Anthem membawa unsur berbeda bagi penikmat musik. One Anthem merupakan hasil kolaborasi PFM dengan para musisi Pontianak yakni Erick Boyd (Secret Weapon), Sony (Maximine) dan Wink (Coffternoon). Kolaborasi dengan musisi dari genre yang berbeda dari PFM dimaksudkan agar nggak ada pengkotak-kotakan musik lagi. Apa pun genrenya pasti hasil akhirnya bertujuan supaya didengar orang.

“Selanjutnya kita bakal bikin live session di Youtube, sekaligus nyicil materi buat album baru. Rencananya juga bakal bikin tur buat promosi Homecoming pertengahan tahun depan, tapi belom tahu di mana. Tungguin aja, semoga lancar,” pungkas Helmi. (ind)

ALBUM BARU: Pistol For Moms merilis album keduanya bertajuk Homecoming pada November lalu.
 

Berita Terkait